Monday, 27 June 2016

Mengapa??

Mengapa??? Pertanyaan mengapa merujuk pada alasan. Alasan yg menjelaskan tentang hukum kausalitas. Tidak juga tepat, tetapi sekiranya tetap ada dalam jalur itu. "Mengapa" adalah pertanyaan yg selalu berdengung tatkala aku membuang banyak peluru tanpa bermaksud menembak target, namun sebaliknya justru target yg mengincarku balik. Akhirnya aku hanya berlari dan berharap ada bantuan. Sekilas terlihat bodoh (atau memang bodoh) saat diriku menjadikkan semua terlihat mudah. Congkak, ceroboh semuanya ada dlm tindakanku. Lantas apa yg harus ku lakukan selanjutnya pun buram. Aku tetap harus menembak sasaran, tetapi dengan apa? Doa? Ataukah hanya berlari tanpa tujuan? Tapi kemana? Tidak! Sebagai seorang manusia yang sadar pada-dirinya, aku tetap harus membuat sebuah rencana agar aku tdk mati konyol. Aku hrs berdiri tegap menantang kebodohan dan kecongkakan ku sendiri. Aku harus melawan waktu yg kian hari menipis, bukan lagi saatnya bertanya "mengapa?" bukan lagi merendukan nasib pada waktu. Membangun jalan tdklah mudah, tetapi lebih sulit lagi membuat orang percaya bahwa jalan itu ada dan baik. Biarlah "mengapa?" tetap menjadi misteri ilahi yg walaupun kadang aku membencinya, tetapi aku hrs mengingatnya. Wahai, kalian yg dsna akupun berharap kita saling menampar pipi kita masing2.

No comments:

Post a Comment