Sunday, 26 June 2016

Makna Kata

Sebelum terbangun dari tidur dogmatis, kata hanyalah kuanggap sebuah pesan, kode, sandi bagi kalangan. Kata hanya media komunikasi antar sesama penutur bahasa. Kata hanyalah bagian kecil dari susunan kehidupan. Tak pernah pula kata kuanggap sebagai sebuah kedalaman. Setelah tersadar dan tertampar oleh realitas, baru lah sebuah kata menjelma menjadi permenungan. Bagai bunga tanpa daun, aku ternyata memiskinkan kehidupanku, tapi tak apa, toh semuanya diajari dengan penuh sabar oleh waktu. Kata bukanlah sebuah waktu tapi dapat menjelaskan waktu, kata bukan pula nafas tapi tetap dapat menjaga nafas dalam tubuh, kata bukanlah Tuhan tetapi mampu mengenalkan kita pada Tuhan, kata tidak mengandung bom atom tapi tanpa meledakkan semesta. sebegitu kuat dan pentingnya setiap kata yang terolah dalam semesta sehingga apapun yang kata yang beredar dapat mengendalikan fungsi semesta. Kata pun berkembang dan lahir dalam waktu, ia dimengerti secara kontekstual namun tetap sebuah tata universal. Kata lahir karena kebutuhan tapi tak pernah mati. Ia kekal begitu terucap dan ia tak me-waktu. Kata, keajaiban atau hanya sebuaah kesalahan? Tata atau sebuah cara?

Takzim

No comments:

Post a Comment