Mencari keindahan dalam setiap kata. Menyelami setiap desah nafas. mensyukuri anugerah yang tak terbatas
Tuesday, 14 June 2016
Membunuh Jujur
Jujur? siapa itu? familiar sih tapi lupa. aku nampaknya kenal tapi hingga saat ini aku masih merasa asing dan risih jika ia disebutkan. Jujur? mengapa ia harus ada? apakah ia sebegitu penting hingga selalu dibicarak setiap orang dan menjadi megabintang bagi setiap insan yang terbangun dari kokohnya melodi dunia? apakah ia begitu mempesona bagi beberapa kalangan? banyak yang membencinya juga tetapi masih ada yang tetap menjadi pendukungnya walaupun mengikutinya ialah penuh dengan resiko. Mengapa begitu banyak yang meresikokan dirinya karena membelamu, wahai jujur? Mengapa dunia dikatakan dapat menjadi "dunia" jika semua mengikuti derapmu? Aku sendiri tidak berada tau harus menjadi pendukung yang mana. Menjadi pengikutmu sama saja dengan bunuh diri, ya! Nampaknya demikian. Di lain pihak, jika menolakmu maka eksistensiku sebagai manusia tergerus habis. Aku akui kau memang sebuah bom waktu yang kapan dan dimana saja dapat meledak dan membunuh ratusan bahkan jutaan manusia yang licik. Semua orang yang membencimu menjadikan mu target untuk lalu dibunuh tetapi kau tetap saja ada dan berjuang. Mungkinkah ini yang dikatakan semangat? Aku akan berusaha mengenalmu lebih dalam, jujur. Aku belum mengenalmu dekat tapi sudah sedikit menjadi pendukungmu sama seperti aku belum mengenal Kant tetapi sudah sangat mencintainya. Kapan-kapan datanglah berkunjung dalam setiap keresahanku atau kau boleh datang di saat aku sedang bertarung dengan cecunguk yang mengatasnamakanmu dengan kejujuran yang imitasi dan menduplikasimu seolah kebenaran adalah permainan kata. Aku menunggumu di balai sadarku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment