Kematian adalah hal yg paling ditakuti oleh banyak orang. Bagaimana tidak, kedatangannya tanpa ada sinyal, begitu saja. Ia meninggalkan kesan jahat karena pemisahan yang terjadi antara si hidup dan si mati. Misterius! Lantas setelahnya yg hidup akan mengenang yang mati hingga roda kematian menjemput sang pengenang dan begitu seterusnya. Pernah di suatu kelas, ada yg pernah bertanya, apa gunanya hidup toh kalau ujungnya kematian yg menyapa? Lalu guru menjawab, "untuk membuat jejak! ". Ia tdk menjawab untuk memberikan interpretasi pada setiap orang dalam kelas. Sederhana sebenarnya, bahkan sangat sederhana laiknya membalik telapak tangan. Sesungguhnya sederhana keberadaan kita di dunia ini, menjadi berguna dgn segala yg ada dalam kita. Meninggalkan jejak utk dapat diikuti atau bahkan dilengkapi.
Kembali ke hal kematian, ke-tabuan yang terkandung dalam hal ini sungguh sangat menggelitik, semua yg hidup tau bahwa menunggu di ujung lorong kehidupan tetapi tetap saja ketika membicarakan hal ini, selalu ada anggapan negatif. Padahal kematian layaknya makan, minum, duduk, tidur. Bukan hal baru. Keterikatan terhadap dunia membawa manusia ke dalam corong nestapa yang mana menajiskan kematian. Sebagai pengenang, aku pun tak luput dari rasa amarah, benci serta mengutuk kematian tapi setelah terbangun-sadar aku pun 'sedikit' mengerti bahwa kematian bukanlah suatu hal yg begitu menakutkan, walau menyedihkan. Seperti dikatakan seorang filsuf Timur Tengah, Hiduplah utk kehidupan, matilah utk kematian. Takzim
Mencari keindahan dalam setiap kata. Menyelami setiap desah nafas. mensyukuri anugerah yang tak terbatas
Thursday, 7 July 2016
Menunggu Kematian
Labels:
Human
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment