Kali ini, saya ingin sekali membahas tentang diri dan yg lain. Hal ini tentu menarik karena saya sendiri yakin bahwa pengenalan akan diri sendiri tdk akan pernah habis, akan selalu ada yg terbaru karena ke-diri-an bersifat dinamis. Diri berkembang dan spontan tetapi sejauh mana kita menyadari setiap perkembangan kita, mungkin tdk pernah! Kita hanya menyadari perubahan fisik, pertambahan usia serta perjalanan narasi kehidupan. Begitu pula dalam mengenal yg lain, kita lantas hanya 'percaya' pada waktu tetapi tdk benar2 mencoba mendalami. Saya lantas tertarik dengan metode lama yang bagi saya patut dicoba utk melihat diri, yg lain, yg tersembunyi dan yg tak diketahui, metode ini bernama Jendela Johari.
Saya salin dari Wikipedi. Jendela Johari adalah sebuah teknik yang diciptakan pada tahun 1955 oleh dua orang psikolog Amerika, Joseph Luft (1916–2014) dan Harrington Ingham (1914–1995),yang digunakan untuk membantu orang lebih memahami hubungan dengan diri dan orang lain yang lebih baik. Teknik ini digunakan umumnya pada kelompok self-help dan bagi perusahaan sebagai sebuah latihan heuristik.
Seperti pada gambar, secara sederhana ada 4 area yang dapat dikulik mengenai interaksi kita dengan yang lain.
1. Area terbuka: area yang semua informasi secara gamblang diketahui oleh diri dan yg lain
2. Area tersembunyi: area yang informasinya hanya diketahui diri.
3. Area buta: area yang hanya informasinya diketahui oleh yg lain, kita tdk mengetahui/tdk sadar.
4. Area tak diketahui: area yang tak diketahui oleh siapapun.

No comments:
Post a Comment