Sunday, 10 July 2016

Jendela Johari: Mengenal Diri dan Sekitar

Kali ini,  saya ingin sekali membahas tentang diri dan yg lain. Hal ini tentu menarik karena saya sendiri yakin bahwa pengenalan akan diri sendiri tdk akan pernah habis, akan selalu ada yg terbaru karena ke-diri-an bersifat dinamis. Diri berkembang dan spontan tetapi sejauh mana kita menyadari setiap perkembangan kita,  mungkin tdk pernah! Kita hanya menyadari perubahan fisik,  pertambahan usia serta perjalanan narasi kehidupan. Begitu pula dalam mengenal yg lain,  kita lantas hanya 'percaya'  pada waktu tetapi tdk benar2 mencoba mendalami. Saya lantas tertarik dengan metode lama yang bagi saya patut dicoba utk melihat diri,  yg lain,  yg tersembunyi dan yg tak diketahui, metode ini bernama Jendela Johari. 

Saya salin dari Wikipedi. Jendela Johari adalah sebuah teknik yang diciptakan pada tahun 1955 oleh dua orang psikolog Amerika, Joseph Luft (1916–2014) dan Harrington Ingham (1914–1995),yang digunakan untuk membantu orang lebih memahami hubungan dengan diri dan orang lain yang lebih baik. Teknik ini digunakan umumnya pada kelompok self-help dan bagi perusahaan sebagai sebuah latihan heuristik

Seperti pada gambar, secara sederhana ada 4 area yang dapat dikulik mengenai interaksi kita dengan yang lain.
1. Area terbuka: area yang semua informasi secara gamblang diketahui oleh diri dan yg lain
2. Area tersembunyi:  area yang informasinya hanya diketahui diri.
3. Area buta: area yang hanya informasinya diketahui oleh yg lain,  kita tdk mengetahui/tdk sadar.
4. Area tak diketahui: area yang tak diketahui oleh siapapun.

Secara sederhana dapat dikatakan demikian. 
Tujuan dari metode ini adalah untuk melebarkan area terbuka dengan tetap menjaga privatisasi.  Area ini sangatlah membantu sebagai sebuah ketersalingan yang bermutu.  Utk melebarkab area ini,  pertama-tama dengan mengurangi yg area tersembunyi,  bisa dengan berbagi tentang diri kita agar tercipta sebuah bounding yg mana membuka kesempatan untuk yg lain menerima informasi kita sehingga memperkecil kemungkinan kesalahpahaman.  Kemudian,  dengan mengurangi area buta. Kita terkadang pongah utk mengakui kekurangan,  sehingga pergesekan yg tdk perlu akan menimbulkan jurang perkenalan semakin tak terkira.  Cermin dalam kehidupan tentu saja dari orang sekitar kita, yang lebih sering melihat ke-diri-an kita saat berada dalam komunitas dan saran merupakan cara terbaik mengurangi arean buta tadi.  Cara terbaik.  Untuk mempersempit area yang tak diketahui dengan berbagi + saran + pencarian jati diri maka terkikislah area tak diketahui tsb. 
Metode Jendela Johari lantas menampar kepongahan,  menendang kepandiran dan memberikan tempat pada keterbukaan. Jelas dengan tetap memberikan tempat pada hal2 privat.


Takzim

No comments:

Post a Comment